Pages

Category 6 (Carousel)

Minggu, 21 November 2010

MANAJEMEN 2


PERKEMBANGAN ILMU MANAJEMEN

Manajemen merupakan suattu ilmu pengetahuan yang berkembang sekitar abad ke-19.Pada saat itu mulai ada tulisan-tulisan mengenai manajemen,seperti JOHN ROBBERT BEISHLINE di dalam memecahkan masalah manajemen mengolongkan ke dalam tiga golongan.
1.       Manajemen konvensional
2.       Manajemen sistematis
3.       Manajemen secara ilmu
Manajemen konvensional atau disebut manajemen tradisional .Artinya,manajer di dalam menghadapi suatu masalah,memecahkan dengan berdasrkan pada tindakan-tindakan yang diambilnya pada masa lalu .Jadi,selalu mendasarkan pada tradisi.Manajer sangat memegang peranan peting ,tetapi kelemahan manajer ini kurang efektif dan kurang efisien.
Manajemen sistematis suatu langkah menuju manajemen berdasrkan ilmu.Dalam memecahkan suatu masalah yang dihadapinya,manajer mendasarkan dirinya pada pengalamannya dan juga pengalaman orang lain.jadi,apa yang digunakan orang lain dengan berhasil maka dijadikan pedoman dan pendekatannya.
Manajemen ilmu adalah menejer menetapkan dengan seksama persoalan-persoalan yang dihadapinya,membuat patokan atau acuan sebagai penegasan untuk pekerja mengumpulkan bahan-bahan untuk mencapai cara pemecahan sementara serta memeriksa kembali cara pemecahan tersebut.

Ilmu manajemen berkembang terus hingga saat ini. Ilmu ini memberikan pemahaman kepada kita tentang pendekatan ataupun tata cara penting dalam rneneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan manajer.
Seseorang manajer hendaklah mempelajari dan memahami secara keseluruhan tentang perkembangan (evolusi) manajemen yang telah rnenghasilkan teori-teori
manajemen yang muncul dari berbagai aliran, sehingga manajer dapat menggunakan teori yang paling sesuai untuk menghadapi situasi tertentu. Dengan demikian bila seorang manajer menghadapi situasi bagaimanapun kompleksnya akan dapat mencari solusi atau membuat keputusan yang baik.
Pada perkembangan peradaban manusia, ilmu terbagi dalam tiga kelompok besar, yaitu :
  • Ilmu yang mempelajari seluruh gejala, bentuk dan eksistensinya yang erat hubungannya dengan alam beserta isinya dan secara universal mempunyai sifat yang pasti dan sarna serta tidak dipisahkan oleh ruang dan waktu, disebut ilmu eksakta, contoh : fisika, kimia dan biologi.
  • IImu yang mempelajari seluruh gejala manusia dan eksistensinya dalam hubungannya pada setiap aspek kehidupan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat dinamakan ilmu sosial/non eksakta, misalnya : ilmu manajemen, ekonomi, politik, psikologi, sosiologi, hukum, administrasi dan lain-lain.
  • IImu humaniora, kumpulan pengetahuan yang erat hubungannya dengan seni, misalnya : seni tari, seni lukis, seni sastra, dan seni suara.
IImu manajemen merupakan salah satu disiplin ilmu sosial. Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18. Para pemikir tersebut rnemberikan perhatian temadap masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri maupun masyarakat. Para pemikir itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen, Henry Fayol, Frederick W Taylor dan lainnya.
Robert Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia 5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan tehadap kondisi kerja ini.
Pada tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para pekerja dianggap instrumen yang tidak berdaya, Owen meningkatkan kondisi kerja di pabrik, menaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang layak, dan berusaha memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal, dengan membangun rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga lingkungan hidup dan pabrik rnenjadi menarik. Sebab itu, beliau disebut "Bapak Personal Manajemen Modem".
Pada tahun 1886 Frederick W. Taylor melakukan suatu percobaan time and motion study dengan teorinya ban berjalan. Dari sini lahirlah konsep teori efisiensi dan efektivitas. Kemudian Taylor menulis buku berjudul The Principle of Scientific Management (1911) yang merupakan awal dari lahirnya manajemen sebagai ilmu.
Ilmu manajemen sebagai ilmu pengetahuan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
  • Adanya kelompok manusia, yaitu kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih.
  • Adanya kerjasama dari kelompok tersebut.
  • Adanya kegiatan proses/usaha
  • Adanya tujuan
Selanjutnya ilmu manajemen merupakan kumpulan disiplin ilmu sosial yang mempelajari dan melihat manajemen sebagai fenomena dari masyarakat modern.
Dimana fenomena masyarakat modem itu merupakan gejala sosial yang membawa perubahan terhadap organisasi.
Aliran hubungan manusiawi dan ilmu manajemen memberikan pendekatan yang penting dalam meneliti, menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajemen.



Ada dua tokoh manajemen yang mengawali munculnya
manajemen, yaitu :


1. Robert Owen (1711-1858)
Dimulai pada awal tahun 1800-an sebagai manajer
pabrik pemintalan kapas di New Lanark, Skotlandia. Robert
Owen mencurahkan perhatiannya pada penggunaan factor
produksi mesin dan factor produksi tenaga kerja. Dari hasil
pengamatannya disimpulkan bahwa, bilamana terhadap mesin
diadakan suetu perawatan yang baik akan memberikan
keuntungan kepada perusahaan, demikian pula pada hal tenaga
kerja, apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat oleh pimpinan
perusahaan akan memberikan keuntungan kepada perusahaan.
Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil
pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dari pekerjaan. Atas
hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak
Manajemen Personalia. Dia juga sebagai salah seorang pendiri
gerakan koperasi konsumsi, adapun usaha yang pernah
dilakukan dan mengalami gerakan adalah mendirikan suatu
komune di New Harmoni, Indiana pada tahun 1824.
2. Charles Babbage (1729-1871)
Charles Babbage adalah seorang Profesor matematika
dari Inggris yang menaruh perhatian dan minat pada bidang
manajemen. Perhatiannya pada operai-operasi pabrik yang
dapat dilakukan secara efisien. Dia percaya bahwa aplikasi
prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan
produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena
pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia
menganjurkan agar para manajer bertukar pengalaman dan
dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen. Perhatiannya di
arahkan dalam hal pembagian kerja, yang mempunyai
beberapa keunggulan, yaitu :
studentsite.gunadarma.ac.id

Reaksi: